Image of Studi Evaluasi Batas Zona Di Kawasan Borobudur Radius 5 KM

LAPORAN STUDI

Studi Evaluasi Batas Zona Di Kawasan Borobudur Radius 5 KM



Zona 1 mengalami perubahan yang cukup signifikan, dimana menurut master plan yang dibuat oleh JICA luas zona 1 adalah 44,8 ha, yaitu meliputi Candi Borobudur dan sekitarnya dengan radius lebih kurang 115 m dari stupa pusat candi. Sedangkan kenyataan zona 1 adalah hanya 7,8 ha, berarti ada selisih 37 ha. Padahal pada zona 1 tersebut merupakan zona inti dan bebas bangunan serta beberapa larangan yang tujuannya untuk menjaga agar zona tersebut tidak dicemari dengan bangunan yang baru.

Zona 2 adalah penyangga, dimana zona ini adalah untuk menjaga agar supaya zona 1 tetap dalam kondisi aman. Menurut master plan yang dibuat oleh JICA luas zona 2 adalah 87,1 ha, yaitu meliputi area dalam pagar kedua sampai dengan area di luar pagar, yaitu di sebelah utara area parkir pengunjung hingga batas dusun Gendingan bagian timur. Akan tetapi yang dianggap zona 2 untuk sementara ini hanya area di dalam pagar kedua saja yang luasnya sekitar 82,4 ha. Dengan demikian ada perbedaan luas 4,7 ha, dan menurut ketentuan area ini masih tanggung jawab PT taman Wisata Candi Borobudur dan hanya boleh didirikan bangunan fasilitas untuk pengunjung Candi Borobudur. Ada beberapa bangunan yang kontroversial yang meyimpang perencanaan (JICA) yang mungkin perlu diberi tanda petik, yaitu :
- Taman Burung
- Area Parkir

Zona 3 sudah banyak perkembangannya, apabila dibandingkan dengan permulaan Taman Wisata dibangun (1978), hampir di semua sektor mengalami kemajuan, terutama sekali dibidang ekonomi, bisnis. Pada waktu dibangun Taman Wisata hanya ada 1 hotel yaitu Hotel Saraswati, sekarang hampir 20 hotel berkelas atas dan menengah telah dibangun. Oleh karena harus diwaspadai, karena fungsi zona 3 adalah zona pelindung, sehingga tetap dijaga keasliannya agar situs-situs yang masih berada di zona 3 tidak akan digusur oleh pihak pengembang, karena di zona ini ada 6 situs yang harus dipertahankan yaitu :
- Maitan
- Jligudan
- Pawon
- Mendut
- Jowahan
- Gedongan

Zona 4 berfungsi sebagai zona pertahanan, yang artinya bahwa desa-desa yang berada didalam zona 4 harus tetap dipertahankan keasliannya, termasuk 14 situs yang ada yaitu :
- Paren I
- Brongsongan
- Sreigentan
- Jetis
- Gayu
- Deyangan
- Ngrajeg
- Paren 2
- Brangkal
- Seganan
- Dipan
- Malangan
- Majaksingi
- Pakem

Zona 5 dimasa pemerintahan dinasti Syailendra diperkirakan merupakan pusat sejarah dimana sampai sekarang ditemukan situs-situs yang belum exkavasi yang digunakan sebagai objek untuk penelitian bagi para arkeolog. Ada 13 situs yang sudah diketemukan : Prembulan, Susukan, Kedung Rengit, Bedilan, Kranginan, Bowongan, Kiringan, Candi, Samberan dan Plandi. Batas zona yang dibuat JICA banyak yang menerjang rumah penduduk dan juga pekarangan-pekarangan, serta bagian selatan sudah menerjang ke Kab.KulonProgo Propinsi DIY. Zona 5 terdiri dari 30 desa dengan rincian bahwa semua desa tersebut masuk ke zona lain sehingga tidak ada desa yang mutlak masuk ke zona 5, dengan luas area 52,5 km


Ketersediaan

LS0199LS 910.2 BUD sPerpustakaan BKPB (B)Tersedia
LS0625LS 910.2 BUD sPerpustakaan BKPBTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
LS 910.2 BUD s
Penerbit BALAI KONSERVASI PENINGGALAN BOROBUDUR : Magelang.,
Deskripsi Fisik
iii; 62 hlm; 29 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
910.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya